50m Olympic Swimming Pool The Parc
+62 21 5099 6777
News 29/03/2021

Pengembang SouthCity: Tren Properti Tangsel Punya Dinamika Unik

Di Depok, misalnya. Saat indeks harga Depok Q3 2020 secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 2,61% secara tahunan, kecamatan-kecamatan yang dilewati dekat dengan jalur tol baru justru mengalami kenaikan seperti Cimanggis (9%), Limo (4%) dan Cinere (3%). Sementara itu, kelurahan Cinangka di Kecamatan Sawangan, Depok, mengalami peningkatan hingga 35%.

Tak hanya Depok, sejumlah kecamatan di Tangerang Selatan yang berada di sekitar tol Cinere-Serpong turut mengalami kenaikan harga. Seperti Pondok Cabe (6%), Serpong (12%), dan Pamulang (19%). Membahas lebih dalam, Tangerang Selatan memang menoreh pertumbuhan positif yang disebabkan oleh peningkatan suplai dan harga untuk tipe rumah tapak. RIPMI-H Tangerang Selatan berada pada angka 114 pada kuartal ketiga 2020, mengalami kenaikan sebesar 2% (QoQ).

Kenaikan tren indeks harga properti di Tangerang Selatan sebesar 2% tersebut berasal dari naiknya angka indeks pada Q3 2020 yang berada di 114. Sebelumnya, di Q2 2020 indeks harga properti di Tangerang Selatan berada pada angka indeks 111,9.

Secara tahunan, indeks harga properti di Tangerang Selatan pada Q3 2020 berada di angka 114, atau naik sebanyak 3% jika dibandingkan indeks harga di Q3 2019 yang hanya 110,7. Lantas apa yang membuat pasar properti Tangerang Selatan begitu layak diperhitungkan?

Associate Director Southcity, Stevie Faverius Jaya menuturkan pandangannya terkait hal tersebut. Menurutnya, Tangerang Selatan menjadi lokasi menarik lantaran mampu mengakomodir kelas menengah untuk mendapatkan hunian idaman. Di samping juga punya tata kawasan yang hampir tidak berbeda jauh dengan Jakarta Selatan.

“Posisinya kan persis di selatan Jakarta, bahkan menempel. Sehingga laju property market  di sini bisa dikatakan akan terus bergejolak sampai tahun-tahun mendatang. Tangerang Selatan menawarkan keuntungan bagi property seeker yang tidak bisa menjangkau hunian di Jakarta Selatan, utamanya pada pangsa hunian tapak,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, rumah tapak di Jakarta Selatan yang berbatasan langsung dengan wilayah Tangerang Selatan bisa mencapai selisih harga antara Rp200 juta hingga Rp350 jutaan. Atau, harganya nyaris setara namum terdapat perbedaan pada luas tanah dan bangunan yang disodorkan. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan masyarakat yang punya limit dalam kredit rumah.

Gaji Rp7 Jutaan Bisa Miliki Apartemen

Menariknya, wajah Tangerang Selatan sejak lima tahun silam juga semakin didominasi oleh hunian vertikal. Kendati peta penyebarannya belum merata, akan tetapi opsinya kian beragam dengan harga jual yang kompetitif.

Salah satunya adalah apartemen besutan SouthCity yakni The Parc. Stevie menyebut, penjualan tower pertama The Parc sudah selesai pada kuartal pertama tahun lalu. Sementara fokus penjualan saat ini meliputi tower dua The Parc yang sudah diluncurkan sejak Juni 2020, Fortunia Residences fase II, dan ruko komersial.

“Unit tipe Studio di tower dua kami pasarkan Rp400 jutaan, naik Rp100 juta dibandingkan tipe yang sama di tower satu. Pada tower dua, jumlah unitnya juga lebih banyak daripada tower satu yakni 445 unit. Efek dari pandemi Covid-19, penjualan di tower dua memang berjalan relatif slow,” Stevie mengakui.

Sesuai harga apartemen yang ditawarkan The Parc, nilainya cukup masuk akal untuk dijangkau masyarakat kelas menengah dengan gaji Rp7 jutaan. Apartemen ini pun menjanjikan konsep hunian yang mampu mengakomodasi kebutuhan kaum milenial dengan gaya hunian co-living. “Kami menawarkan berbagai cara bayar ringan sesuai dengan target market. Untuk unit studionya, cicilan per harinya bahkan hanya seharga secangkir kopi yakni Rp99 ribu saja,” imbuhnya.

Apartemen The Parc rencananya akan terdiri dari tiga tower setinggi 13 lantai dengan total unit sebanyak 1.701. Progres pembangunan tower satu sendiri sedang dalam konstruksi basement. Diperkirakan kuartal pertama tahun depan sudah mencapai target topping off, dan akan memasuki proses serah terima pada Desember 2022. Belum lama ini, The Parc juga sukses meraih penghargaan sebagai ‘Best Affordable Condo Development’ dari Indonesia Property Award 2020.

“Selain memasarkan The Parc tower dua, kami juga menargetkan sisa 10 unit ruko terjual habis di tahun ini. Harga rukonya berkisar Rp4,5 miliar–Rp6,5 miliaran. Sementara hunian tapak di Fortunia Residences dipasarkan mulai Rp1,4 miliaran untuk rumah dengan luas bangunan antara 70–80 meter persegi,” tukasnya.

Terkini, The Parc bisa dijangkau dengan transportasi publik seperti halte MRT Lebak Bulus, RoyalTrans rute Pondok Cabe–Tanah Abang, SouthCity–Kuningan serta SouthCity–Lebak Bulus (halte berada di depan Fortunia Residences).

Hopefully, gagasan MRT akan memanjang ke Pondok Cabe lekas terealisasi. Selain kemudahan beraktivitas dengan transportasi publik, The Parc juga punya akses ke beberapa jalan tol seperti Tol Desari yang bisa ditempuh melalui pintu tol Brigif. Tak berapa lama lagi, penghuni bisa punya lebih banyak pilihan diantaranya Tol Cinere-Serpong yang langsung terhubung dengan Bandara Soetta. Kemudian ada Tol Cijago, yang bisa diakses dari pintu gerbang tol Limo,” tutup Stevie.

Source: rumah.com

Related News